Tampilkan postingan dengan label nazz family. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label nazz family. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Juni 2018

CATATAN AKHIR RAMADHAN 2018

11 Juni 2018...


Tahun ini, banyak sekali keputusan yang harus dibuat secara tiba-tiba. Semoga catatan kali ini, sedikit banyak menginspirasi para pembaca yang budiman ๐Ÿ˜˜.
Usaha kami yang berdiri di bidang penerbit buku telah berjalan selama hampir 5 tahun, pasang surut, jatuh bangun, dan segala hal... Percayalah teman-teman, semua usaha yang kita jalani, pasti akan mengalami yang namanya pasang surut, tugas kita adalah membuat pondasi yang kuat agar usaha kita mampu berdiri dalam kondisi apapun. 5 tahun perjalanan K-media, yang akan segera beranak pinak, bercabang di industri clothing, dan lainnya... mau dibilang berat, ngga juga, mau di bilang gampang juga ngga. Hanya saja, mungkin aku, suami dan team berjalan secara santai, mengikuti kemana tangan Tuhan menuntun. Tidak jarang, hantaman justru datang dari orang-orang terdekat... percaya ngga? coba rasakan ๐Ÿ˜. Dari sana kami belajar, untuk menjadi tangguh, menjadi kuat karena tempaan. Suatu ketika, ada orang yang tinggal berdekatan menyampaikan berita ke penjuru negeri ๐Ÿ˜›, bahwa kami, K-media, tidak mampu membayar ongkos mesin yang hanya sejumlah sekian juta, sedangkan dia tidak tau pokok permasalahannya. Kami memaafkan, kesel... iya, tapi hanya saongok manusia yang mungkin hanya jadi batu untuk hidup kami. Jangan pernah jatuh dengan komentar orang ya bro, sis, kakak, adek. Mereka adalah pemacu semangat untuk semakin maju, jangan jatuh hanya karena orang bilang, wah usahanya sepi, wah begini dan begitu. Dan jangan menjadi tinggi jika ada yang menyanjung usahamu, jangan menjadi besar, jika ada yang mengagungkan usahamu.

Usaha itu butuh hati yang kuat, butuh telinga yang tebal. Usaha itu butuh orang-orang yang bermental setebal baja. Jangan malu, jangan ragu untuk belajar kepada orang lain, JANGAN PERNAH MERENDAHKAN ORANG LAIN. Sekecil apapun usaha orang lain di mata kita, mereka tetap punya jiwa besar untuk dirinya sendiri dan sekitar. Dari banyak teman kami belajar, saling menghargai, saling mendukung, memberikan energi yang positif. Jangan gengsi untuk memulai suatu usaha ya sis, bro... setiap usaha yang di dasari karena tanggung jawab dan atas nama Tuhan, halal dan berkah. Jangan pernah malu, berusaha untuk kehidupan yang lebih baik, 

Tahun ini, Ramadhan tahun ini, kami mengambil sebuah keputusan besar, tidak mudah, namun kami yakin mampu melaluinya. Dari mas Saptuari, dan pengusaha-pengusaha muslim lainnya kami belajar. Belajar kembali ke titik nol. Kami memang tidak memulai sebuah usaha dari RIBA, semua modal usaha murni dari kerja keras dan investor. Kembali ke titik nol kami untuk usaha kami selanjutnya. Semoga Allah mampukan kami untuk menjauh dari Riba. Bagaimana kami mendapatkan modal pertama kami? Semoga ini juga bisa menginspirasi teman-teman.

Saat K-media berdiri, kami tidak punya sepeserpun yang bisa di pergunakan untuk memulai sebuah usaha. Jika teman-teman mempunyai skil, akan lebih mudah untuk memulai sebuah usaha. Gunakan skill teman-teman untuk menggebrak pintu awal dunia usaha. Kami dulu memulai dari seorang customer, yang alhamdulillah Beliau memberi kepercayaan kepada kami, kami minta DP terlebih dahulu, yang mana, Beliau juga belum pernah bertemu sekalipun dengan saya atau suami. Kepercayaan itu mahal teman-teman, maka kami jaga kepercayaan itu hingga sekarang. Setelah kalian mendapat sebuah kepercayaan, jagalah dia dengan pelayanan dan kualitas. 

Dalam usaha, kami hanya mengandalkan Tuhan, jika jatuh hanya Tuhan yang tau cerita itu, jika baik, hanya Tuhan yang tau rasa syukur itu. Maka jika hanya orang berkomentar, kami tidak akan goyah, kami tidak akan jatuh. Kami tidak butuh sebuah pengakuan dari sesama manusia, kami adalah kami, yang menjalani hidup sesuai garis tangan. Dear teman-teman.... carilah orang lain yang mampu bertukar pikiran secara sehat, yang mampu memberikan nilai-nilai hidup yang bermanfaat. Dan, jadilah diri sendiri yang hebat, hebat untuk mampu mengendalikan ego kalian. Kami... saya dan suami sepakat, bahagia, sukses, dan sebuah kenyamanan itu ada di tangan kita, jangan pernah membalas komentar orang lain dengan sebuah omongan ya gaes, bayarlah keraguan orang lain dengan prestasi. Prestasi untuk kebaikan, prestasi untuk kebahagiaan. Orang yang berhubungan dengan keseharianmu, akan tau kamu seperti apa, tidak perlu sebuah pengakuan dari orang lain gaes.... dan Ramadhan kali ini, semoga menjadi Ramadhan bermanfaat untuk kami dan untuk teman-teman semua ๐Ÿ’—.

Sabtu, 16 Desember 2017

TRIP TO KARIMUNJAWA #KINANSTORY

Hmm... hehe, halo gaes apakabar?
Mumpung mood nulis lagi ada. Yaps, sedikit info ini, semoga bisa sedikit mencerahkan kalian yang mau berlibur ke Karimunjawa ya gaess... cusss simak cerita selanjutnya.

Kami(aku, suami,anak-anak dan team) memakai jasa seorang tour guide gaes, aku ambil paket private karena bawa anak-anak, kalau harus share dengan wisatawan lain takutnya akan merusak acara mereka, heheee.

Berangkat hari minggu malam dari Jogja, sampai pelabuhanan Kartini Jepara pas subuh. Total biaya saat itu sekitar 1jt/orang. Kalau kalian mau lebih murah lagi, kalian bisa ikut tour gabungan, kalau ngga salah paketnya mulai dari 650K/orang. Kami di Karimunjawa selama 3 hari 2 malam.
Sesampainya di Pelabuhan kartini, kita masih harus nunggu Kapal bertolak ke Karimunjawa.

Saat di pelabuhan, cuaca ngga bersahabat ternyata, hujan angin, sempet hopeless... apakabar ini acara kalau hujan gini. Berdoalah pada Tuhan... dan hujannya berhenti gaes...

suasana pagi di Pelabuhan Kartini
Kapal cepat kami akan berangkat pukul 09.00 WIB, jadi masih ada waktu untuk menikmati suasana Pelabuhan. Melihat aktivitas masyarakat di sekitar Pelabuhan.

Kapal parkir

KMP Siginjai
Ada dua jenis kapal yang bisa digunakan saat akan menuju ke Karimunjawa gaes, kapal cepat Bahari express yang menempuh perjalanan kurang lebih 2-3jam, dan Kapal fery Siginjai yang bisa mengangkut kendaraan bermotor yang menempuh perjalanan sekitar 5-6 jam.


Singkat cerita, perjalanan sudah kami lalui selama sekitar 2 jam yes gaes. Sampai di sana, udah disambut tuh sama Mas Tri, tour guide kita. Perjalanan hari pertama adalah menelusuri daratan Karimunjawa. Abis makan, langsung cuss meluncur ke  Bukit Love.








Setelah dari Bukit Love meluncur ke pantai Annora..

Saat di pantai Annora air laut sedang surut, banyak penjaja makanan juga di sana gaes. Setelah dari pantai Annora, kita lanjut untuk menikmati sunset di pantai Ujung gelam/Tanjung gelam. Jalanan agak ekstrim yak ๐Ÿ˜‰. Tapi bakal terbayar sama birunya laut dan hangatnya sinar senja.

Untuk gallery foto lainnya please check di instagram @kinanstory.
Setelah puas menikmati sunset, kami memutuskan untuk menghabiskan malam untuk beristirahat di Homestay. dan esok akan dilanjutkan untuk tour laut... see you.... (y)



Informasi Homestay

Homestay RGJS bisa booking melalui Agoda/Booking.com

pemandangan dari homestay



















Minggu, 12 Juni 2016

Pesona si Kunir

Halo everyone…


Tulisan kali ini akan membahas perjalanan singkat ke Dataran tinggi Dieng. Di Dieng ada tempat yang terkenal untuk melihat si Golden Sunrise, yang katanya adalah Sunrise terbaik di Dunia.


Oke, aku berangkat dari Jogja bersama pasukan lengkap yaitu suami dan anak-anak. Perjalanan dari Jogja menuju Dieng memakan waktu sekitar 3-4 jam kalau ngga pakai acara nyasar :p. oohhh pemandangannya benar-benar memanjakan mata, hamparan sawah yang menghijau, bukit dengan warna yang menyejukkan mata, benar-benar tempat yang cocok untuk menghilangkan penat. Aku sampai di Dieng sekitar pukul 17.15 saat udara Dieng mulai berubah semakin dingin, hehe. Karena tujuan utama adalah bukit Si Kunir, maka sore itu, aku langsung menuju ke desa Sembungan, tempat dimana penanjakan dimulai. Oh iya FYI Desa Sembungan ini merupakan Desa tertinggi di Pulau Jawa lho, Desa Sembungan berada di ketinggian 2.306 mdpl, woowww!


Desa Sembungan



Sampai di Desa Sembungan, Kami sudah di sambut oleh penjaga pos ๐Ÿค—, namanya Mas Romadhon, halooo Mas Romadhon. Kemudian Mas Romadhon menawarkan untuk mencarikan Homestay, atau kami mau cari sendiri. Oke karena hari sudah mulai larut, aku putuskan untuk ikut dengan Mas Romadhon saja. Oh iya, Orang sana baik-baik dan ramah lho… Harga homestay juga tergolong murah.  Btw di sana sinyal yang bagus cuma provider dari Telkomsel ๐Ÿคฆ.



bisa buat rame-rame, hihi


Oke sampai di Homestay di sambut dengan pemilik homestay, beberapa cup manisan carica dan minuman hangat. Untuk urusan makan, kita bisa nego dengan pemilik homestay, atau mau keluar cari sendiri. Kalau aku kemarin minta tolong sekalian sama mas Romadhon untuk urusan makan, terima beres tinggal istirahat menyiapkan fisik untuk naik bukit.




Sekitar pukul 03.00 dini hari aku udah bangun, menyiapkan bekal untuk anak-anak, dan membangunkan para pasukan. Jam 03.30 kami sudah siap menuju ke bukit Si Kunir. Udaranya lumayan dingin, sekitar 10 derajat celcius, jadi siapkan jaket dan perlengkapan lainnya ya. Untuk mendaki jangan lupa membawa senter ya, agar perjalanan mendaki lancaarrr, karena kita berjalan di pinggiran jurang, maka keselamatan harus di utamakan. Istirahat jika dirasa tubuh sudah lelah mendaki, minum secukupnya.

Buat yang mendaki bersama anak, pastikan kondisi anak dalam keadaan baik ya, medan pendakiannya ngga susah sih sebenernya, tapi yaa lumayan capek juga sih, hehe. Banyak juga yang bawa anak ke atas, kalau capek di sana ada porter yang siap bantuin buat gendong anak kita,hihihi.

Oh iya, kalau weekend, menurutku Si Kunir ini berubah jadi lautan manusia deh, naiknya harus berdesakan, harus nunggu, ahhh kalau bisa pas weekday aja deh datangnya. Menurut penuturan warga sekitar, kalau weekend apalagi long weekend, akses buat naik bukit lumayan susah karena berdesakan. Kebetulan waktu itu akau datangnya pas weekday jadi cenderung sepi.

Setelah sekitar 40 menit berlalu, kami sudah sampai di atas, ada mushola di zona 1, jadi sholat subuh dulu, kemudian lanjut lagi. Sampai di atas sekitar pukul 05.00, matahari baru mengeluarkan sinar berwarna jingga.wowww… benar-benar amazing!

Menunggu beberapa saat sambil menikmati sejuknya udara gunung, menikmati keheningan, menikmati sentuhan angin yang begitu lembut. Saat mentari mulai bersinar, dan kehangatannya mulai menyentuh pori-pori kulit… wow, sungguh luar biasa ciptaan Tuhan.








Yah.. walau hari ini kurang beruntung karena cuaca yang sedikit berkabut, sehingga si golden sunrise tampak malu-malu di balik awan. Oke! Ada alas an kembali saat cuaca bagus suatu hari nanti, hehe.

Sudah puas menikmati sunrise, sekitar pukul 07.00 kita mulai beranjak dari atas bukit untuk turun ke bawah. Ooohhhh sungguh amazing pemandangannya, hamparan pepohonan yang siap memberi kesejukan setiap makhluk yang lewat di bawahnya. Saat di bawah, kalian akan di sambut camilan hangat yang yummyyy sekali, pertama kali lihat aku kira itu cilok, xixixi ternyata itu kentang yang diolah menggunakan saus gula merah dengan sedikit sensasi pedas… yummmmmyyyy… cukup terjangkau atau bahkan muraaah, sau cup cukup bayar 5000 rupiah saja…








Ahhh… menikmati udara sejuk sambil ngemil kentang dulu, mengembalikan energi yang habis sebagian. Buat yang mau wisata ke Dieng, bila kondisi memungkinkan, wajib datang ke si Kunir nih… nikmati golden sunrise yang konon katanya merupakan yang terindah di dunia.

okay... perjalanan Dieng belum berakhir, nantikan cerita perjalanan lainnya ya teman-teman... ๐Ÿ˜˜ 

Senin, 02 Mei 2016

SEKOLAH KEHIDUPAN part 2


Melalui berbagai pertimbangan, berbagai sikap kepo yang mendalam, melihat di beberapa akun orang tua tentang Salam, akhirnya aku memutuskan oke mari kita coba untuk bergabung di Salam. Singkat cerita awal mula aku bisa bergabung dengan Salam ada di tulisan part 1.



  Satu minggu trial, aku bisa melihat sedikit banyak tentang bagaimana cara mereka bermain sambil belajar. Untuk kelas TA(sama dengan TK) fasilitator yang akan mengikuti alur keingin tahuan si anak, tidak akan ada yang digiring untuk duduk kemudian membuka buku dan menulis. Anak ingin menggambar, fasilitator mengikuti, anak ingin bermain di luar kelas fasilitator mengikuti. Anak-anak belajar secara menyenangkan menurut apa yang ingin mereka ketahui.


  Masa trial berlalu, aku berdiskusi dengan anak-anak, mengingat yang mau menjalani adalah mereka, kami sebagai orang tua hanya mendukung dan mengarahkan keputusan mereka. Anak-anak setuju terutama Kayla, karena yang butuh perhatian khusus sebetulnya adalah Kayla. Kami sepakat untuk ikut bergabung di Salam, dengan kesepakatan aku akan selalu ada sampai dia dan adiknya Kanaya sudah siap untuk bermain tanpa bundanya.


Waktu berjalan, ternyata banyak yang harus di lalui ya, hehe..


  Mereka baik-baik saja, justru perhatian yang luar biasa datang dari lingkungan sekitar. Aku menyebut perhatian, karena menurutku itu sangat luar biasa, hahaha… berbagai pertanyaan silih berganti datang sampai hampir setiap hari mengulang jawaban yang sama untuk orang yang berbeda.

Sedikit gambaran, Salam adalah sekolah yang semi homeschooling menurut pengamatanku, orang tua, anak, fasilitator saling bersinergi untuk menciptakan anak-anak yang berkualitas. Salam hadir dari berbagai macam suku dan agama, jadi tidak ada pembekalan agama secara khusus. Salam menggunakan ijazah kesetaraan sebagai syarat untuk melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Sudah terbayang pertanyaan apa yang aku dapatkan? hehehe

Bahkan mungkin bukan hanya pertanyaan, tapi bersinggungan karena beda jalan pemikiranpun ada. 

Sering kali mendapat pertanyaan :


“anak-anak sekolah di sana tidak khawatir dengan pendidikan agamanya?tidak ada pembekalan agama?


  Aku selalu jawab panjang lebar, bahwa semenjak anak-anak masih di dalam kandungan, pembekalan agama itu sudah kami berikan sebagai orang tua. Belajar agama itu yang paling maksimal tumbuh dari keluarga. Anak-anak akan melihat seperti apa orang tuanya beribadah, orang tua lah yang mempunyai tanggung jawab mengenalkan Sang pemberi hidup kepada anak-anaknya. Tidak ada sedikitpun ke khawatiran dalam hatiku, Alhamdulillah aku bersyukur, anak-anak tahu kewajiban mereka terhadap Tuhan-nya. Anak-anak mampu berdampingan dan saling menghormati.


  Untuk aku dan  suami, itu bukan masalah besar yang harus dipikirkan. Kami Insya Allah yakin akan tetap menjaga akidah kami dan mampu berdampingan dengan perbedaan. Justru dengan kami menempatkan anak-anak dengan berbagai keragaman, mereka mampu menumbuhkan sikap saling menghargai, dan sikap tanggung jawab. Kami orang tua ataupun anak-anak, duduk dalam satu lantai berdoa dengan cara kami masing-masing. Ada yang  aneh kah? TIDAK. Semua berjalan dengan khidmat dan baik … Agama itu urusan masing-masing orang dengan Sang pencipta, indah bukan? Kalau dalam Islam ada Hablum Minallah dan Hablum Minannas. Hubungan dengan Sang pencipta dan hubungan dengan sesama manusia. Hubungan dengan Sang pencipta biar hanya hati kita masing-masing yang tahu,  dan hubungan dengan sesama manusia tetap berjalan berdampingan dengan damai.

Nahhh… jadi sepanjang itu jawaban untuk satu pertanyaan, hehe. Disamping pendidikan agama, kita juga harus mendukungnya dengan pendidikan moral untuk anak-anak. Agar anak-anak mampu mempunyai sikap yang santun, terpuji dan tidak merugikan orang lain dan lingkungan sekitar, agar anak-anak mampu mengambil sikap dengan rasa tanggung jawab.




Pertanyaan yang selanjutnya paling sering ditanyakan adalah…


“anak-anak ngga pake seragam?” “apa anak-anak bias bersaing dengan dunia luar kalau belajarnya seperti itu?”


  Oke! Jawabannya akan panjang lagi… hihihi

Anak-anak di Salam memang belajar tanpa seragam, dan entah kenapa anak-anak justru merasa nyaman dengan hal ini, khususnya anak-anakku, mereka bisa memakai apa saja yang mereka mau, pakai celana pendek, kaos, apapun lahhh. Bawa ganti baju kalau perlu, karena anak-anak suka nyemplung di sungai, main di sawah, yaa mereka bebas berkotor-kotoran.

Kita beralih ke system belajar, Salam menerapkan ijazah standar kesetaraan, hal ini yang banyak menjadi pertanyaan banyak orang di sekitarku, “hanya ijazah paket?”, “nanti bisa kuliah?, bisa kerja?”. Ooohhh mungkin yang nanya mainnya kurang jauh pikirku, hehehe… Ijazah kesetaraan sekarang sudah jauh diterima dalam masyarakat. Sudah bisa bersaing dengan dunia luar.



  Untukku pribadi, ijazah itu bukan hal yang menakutkan, bukan hal yang harus dipikirkan terlalu dalam. Yang jadi pemikiran utamaku  dan suami adalah bagaimana anak-anak mampu tumbuh secara mandiri, mandiri secara sikap dan mental, bisa berguna untuk orang lain dan lingkungan sekitar, mampu belajar dengan cara yang benar-benar mereka pahami, meskipun mereka akan memilih jalur non formal. Berpikir bagaimana mereka mempunya sikap yang santun dalam kehidupan, yaaa ijazah itu nomer sekian untukku.


  Beberapa bulan anak-anak di Salam, fokus pada Kayla karena sebetulnya yang punya sedikit trauma adalah Kayla, dia sudah mampu mengelola emosinya, mampu menemukan cara belajar yang menyenangkan menurut dia. Aku tidak pernah menyuruh dia untuk menulis, belajar angka, belajar huruf, jika dia membuka buku, itu atas kemauan dia, aku hanya mengamati, mengikuti alurnya dia mau ngapain. Yaaa… itu tujuan kami sebagai orang tua, memberikan ruang seluas-luasnya untuk anak bereksplorasi, memberikan ruang yang paling nyaman untuk anak-anak berkembang….





Rabu, 10 Februari 2016

Trip To Bali Chapter 2

Halo Everyone....

Aku kembali lagi masih seputar perjalanan singkat di Pulau Dewata Bali. Masih dihari pertama menginjakkan kaki di Bali. Setelah dirasa cukup untuk beristirahat, sore harinya, sekitar pukul 17.00 WITA mobil diantar ke hotel oleh Komang Rudi, kami bersiap-siap untuk perjalanan menuju Lovina. Rencana awal kita berangkat pukul 02.00 dini hari, tapiiii... karena kami belum tahu jalan, akhirnya memutuskan untuk berangkat sore harinya, agar paginya bisa passss tepat waktu saat melihat Dolphin di laut lepas. Perjalanan dari Kuta ke Lovina normalnya ditempuh dengan waktu 3-4 jam, karena malam, belum tahu jalan, GPS mati hahaha... sampailah kami di Lovina setelah menempuh perjalanan 7 Jam wkwkkwk....

Sampai sana, buruan cari hotel deh ya, karena udah larut malam banget, harus istirahat biar bisa bangun subuh lebih awal. FYI lihat Dolphin a.k.a Lumba-lumba harus stand bye jam 05.00 WITA di pantai untuk cari perahu, harga perahu mulai dari 250K/perahu, yahh pinter-pinternya kalian nawar aja :D Disana terdapat banyak pilihan hotel, mulai dari yang kelas Melati hingga Bintang lima, budget terbatas? Aku sarankan kelas melati aja, xixixi kalau Cuma untuk numpang tidur beberapa  jam aja, hotel kelas melati adalah pilihan yang tepat. Eiittsss.... Jangan dikira hotelnya apa adanya ya... pilih kelas melati yang bagus, jika beruntung kalian bisa dapat kamar yang viewnya langsung kearah laut. Romantis bukaaannnnn?

Pantai Lovina pagi hari



Subuh menjelang, alarm hp sudah menunjukkan pukul 4.30 WITA. Segera bergegas bangun, dan bersiap untuk cari perahu di pinggiran pantai. Setelah dapat perahunya, kami mulai menengah ke lautan lepas. Butuh waktu hampir 30 menit untuk bisa melihat para dolphin muncul di permukaan air, melompat dengan indahnya. Pindah dari satu titik ke titik yang lain. Tapi tenang... Percayalah, perjuangan itu tidak akan sia-sia, lelah yang menggunung, pikiran penat yang menumpuk, akan perlahan menghilang saat kita berada di tengah lautan, menikmati dan mensyukuri betapa anugerah Tuhan lebih besar dari apa yang kita keluhkan. Oke... 30 menit berlalu, mulai terlihat sekawanan dolphin melompat di udara, kami dan para wisatawan yang lainnya, harus berpindah-pindah tempat 
untuk mendapatkan pose terindah para dolphin-dolphin itu. Lihat.... Betapa indahnya ciptaan Tuhan..








Matahari mulai menunjukkan teriknya, pemilik perahu yang kami sewa mengajak kami ke tempat dimana kami bisa melihat terumbu karang tumbuh dengan eloknya. Sampai di spot tersebut... wowwww.... it’s amazing!! Anak-anak sangat bahagia bisa melihat ikan-ikan dengan aneka warna menghampiri mereka, melihat terumbu karang dijernihnya air laut, benar-benar memanjakan mata dan pikiran.


Pantai Lovina



Hari mulai siang, saatnya kami harus kembali ke Kuta, karena ada beberapa tempat lagi yang akan kami kunjungi... tunggu ceritanya di chapter selanjutnya ya....



Bersambung.....

Rabu, 20 Januari 2016

TRIP TO BALI CHAPTER 1

Haloooo good people.... Kali ini aku mau bahas seputar perjalanan singkat ke pulau Dewata Bali. Yeeeaaaaaa.... 

Buat kalian yang suka travelling dengan budget yang minimalis, bisa coba dengan hunting tiket pesawat promo di KASKUS. Pastikan seller terpercaya dan bisa COD ya jika wilayah kalian dekat dengan seller, kalau jauh bisa gunakan fasilitas REKBER dikaskus. Biasanya... yang suka ada tiket promo itu dari maskapai AIR ASIA. Tidak jarang harga yang diberikan hanya IDR 500K untuk tiket PP(harus beli PP) per orangnya, murah kan?. Namun jika, tanggal kepulangan belum ditentukan,atau mau stay lama di Bali, disarankan cari tiket promo di aplikasi penyedia tiket online seperti Traveloka, Tiket.com dll. 
Setelah tiket beres, mari beralih ke akomodasi dan tempat tinggal selama disana. Di Bali banyak sekali pilihan transportasi yang mau digunakan, mulai dari gojek, uber taxi, hingga rent car yang menjamur. Harga sewa mobil dan motor bervariasi, untuk motor mulai dari 50K/hari, untuk mobil mulai dari 150K/hari. Silakan pilih sesuai dengan kebutuhan kalian ya biggrin


Kami berangkat ke Bali dari Bandara Adi sutjipto Jogjakarta, sengaja memilih pesawat pagi agar di sana bisa langsung menikmati hangatnya mentari,hahaha... Pesawat kami berangkat pukul 7.30 WIB, sampai di Denpasar pukul 10.38 WITA. Setibanya di Denpasar kita langsung disambut oleh Komang Rudi, yup... kami menyewa mobil sekaligus motor pada Komang Rudi. Kenapa sewa mobil sekaligus motor? Pada titik-titik tertentu di Bali itu sangat macet, untuk yang mobilitas tinggi wajib sewa motor mengerlingkan mata, untuk menjangkau jarak dekat sangat recomended, mau jalan-jalan malam menikmati malam di Bali juga lebih enak pakai motor. Sewa mobil sekaligus karena ada satu tujuan kami yang lumayan jauh, apalagi dengan membawa 2 balita, jadi itu pertimbangan kami menyewa mobil. Tujuan terjauh kami adalah di Lovina(pembahasan ada di chapter selanjutnya yaa). Oke... sesampainya di Ngurah Rai, yang pertama kami lakukan adalah serah kunci kendaraan, disitu komang Rudi menjelaskan peraturan dan adat disana. Sebagai jaminan, salah satu identitas akan diberikan kepada Komang Rudi. Serah terima selesai, kami berpisah di jalan masing-masing... eaaaaa.
sikembar 


Keluar dari Bandara saya, suami dan anak-anak langsung memikirkan perut kami yang sedari pagi belum diisi , tapi ternyataaa, saat keluar dari Bandara, di Bali sedang diadakan upacara (aku lupa namanya ) yang diadakan disetiap perempatan dan pertigaan jalan. Tapii jangan sedih, ternyata tidak jauh dari Bandara ada rumah makan muslim, belok dulu sambil melihat pemandangan upacara adat yang tidak pernah kami lihat sebelumnya. Amazing! 



Upacara adat

Selesai makan, kita meluncur ke hotel yang sudah kami pesan jauh-jauh hari melalui Traveloka. 
Kami memilih Best Western Kuta villa, setelah kurang lebih menggalau dengan hotel di Traveloka. Pilihan kami jatuh pada Best Western Kuta Villa karena menurut saya tempatnya strategis, tapi tidak terlalu bising, ada private plung di kamarnya (type deluxe dan villa), namun jangan sedih, untuk type di bawah itu, mereka juga punya private balcon yang wowww, cocok untuk melepas penat. 
1
2
www.bwkutavilla.com


Sesampainya di Hotel, kami harus menunggu kurang lebih 1 jam, karena belum ada yang check out , rasa-rasanya itu hotel ngga pernah sepi, tamu silih berganti datang. Setelah dapat kamar, kita diantar menuju kamar, dan selonjoran dulu sebentar, menikmati sepoi-sepoi angin. Best western Kuta Villa menyediakan layanan antar jemput ke Bandara, antar jemput ke pantai Kuta secara gratis, untuk ke pantai Kuta, dalam sehari ada 6x perjalanan pulang dan pergi(lupa jam berapa aja). Untuk penilaian mengenai hotel, kebetulan kami dapat kamar yang super bersih, super nyaman, pelayanan juga oke, ramah, dan sangat membantu. FYI, Best Western Kuta Villa biasanya memberikan kejutan berupa kue untuk yang sedang berulang tahun di hari itu, bahkan kami juga mendapat kejutan kue honeymoon,yihiiiiiiii 


Dikarenakan sudah lumayan capek, kita memutuskan mengembalikan energi kita dengan berdiam diri di kamar hotel agar sore harinya energi kita bisa full lagi  mengingat kita akan melakukan perjalanan yang lumayan jauh dan ngga tahu jalan sama sekali... 

Bersambung....