Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label traveling. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Desember 2017

TRIP TO KARIMUNJAWA #KINANSTORY

Hmm... hehe, halo gaes apakabar?
Mumpung mood nulis lagi ada. Yaps, sedikit info ini, semoga bisa sedikit mencerahkan kalian yang mau berlibur ke Karimunjawa ya gaess... cusss simak cerita selanjutnya.

Kami(aku, suami,anak-anak dan team) memakai jasa seorang tour guide gaes, aku ambil paket private karena bawa anak-anak, kalau harus share dengan wisatawan lain takutnya akan merusak acara mereka, heheee.

Berangkat hari minggu malam dari Jogja, sampai pelabuhanan Kartini Jepara pas subuh. Total biaya saat itu sekitar 1jt/orang. Kalau kalian mau lebih murah lagi, kalian bisa ikut tour gabungan, kalau ngga salah paketnya mulai dari 650K/orang. Kami di Karimunjawa selama 3 hari 2 malam.
Sesampainya di Pelabuhan kartini, kita masih harus nunggu Kapal bertolak ke Karimunjawa.

Saat di pelabuhan, cuaca ngga bersahabat ternyata, hujan angin, sempet hopeless... apakabar ini acara kalau hujan gini. Berdoalah pada Tuhan... dan hujannya berhenti gaes...

suasana pagi di Pelabuhan Kartini
Kapal cepat kami akan berangkat pukul 09.00 WIB, jadi masih ada waktu untuk menikmati suasana Pelabuhan. Melihat aktivitas masyarakat di sekitar Pelabuhan.

Kapal parkir

KMP Siginjai
Ada dua jenis kapal yang bisa digunakan saat akan menuju ke Karimunjawa gaes, kapal cepat Bahari express yang menempuh perjalanan kurang lebih 2-3jam, dan Kapal fery Siginjai yang bisa mengangkut kendaraan bermotor yang menempuh perjalanan sekitar 5-6 jam.


Singkat cerita, perjalanan sudah kami lalui selama sekitar 2 jam yes gaes. Sampai di sana, udah disambut tuh sama Mas Tri, tour guide kita. Perjalanan hari pertama adalah menelusuri daratan Karimunjawa. Abis makan, langsung cuss meluncur ke  Bukit Love.








Setelah dari Bukit Love meluncur ke pantai Annora..

Saat di pantai Annora air laut sedang surut, banyak penjaja makanan juga di sana gaes. Setelah dari pantai Annora, kita lanjut untuk menikmati sunset di pantai Ujung gelam/Tanjung gelam. Jalanan agak ekstrim yak ๐Ÿ˜‰. Tapi bakal terbayar sama birunya laut dan hangatnya sinar senja.

Untuk gallery foto lainnya please check di instagram @kinanstory.
Setelah puas menikmati sunset, kami memutuskan untuk menghabiskan malam untuk beristirahat di Homestay. dan esok akan dilanjutkan untuk tour laut... see you.... (y)



Informasi Homestay

Homestay RGJS bisa booking melalui Agoda/Booking.com

pemandangan dari homestay



















Minggu, 12 Juni 2016

Pesona si Kunir

Halo everyone…


Tulisan kali ini akan membahas perjalanan singkat ke Dataran tinggi Dieng. Di Dieng ada tempat yang terkenal untuk melihat si Golden Sunrise, yang katanya adalah Sunrise terbaik di Dunia.


Oke, aku berangkat dari Jogja bersama pasukan lengkap yaitu suami dan anak-anak. Perjalanan dari Jogja menuju Dieng memakan waktu sekitar 3-4 jam kalau ngga pakai acara nyasar :p. oohhh pemandangannya benar-benar memanjakan mata, hamparan sawah yang menghijau, bukit dengan warna yang menyejukkan mata, benar-benar tempat yang cocok untuk menghilangkan penat. Aku sampai di Dieng sekitar pukul 17.15 saat udara Dieng mulai berubah semakin dingin, hehe. Karena tujuan utama adalah bukit Si Kunir, maka sore itu, aku langsung menuju ke desa Sembungan, tempat dimana penanjakan dimulai. Oh iya FYI Desa Sembungan ini merupakan Desa tertinggi di Pulau Jawa lho, Desa Sembungan berada di ketinggian 2.306 mdpl, woowww!


Desa Sembungan



Sampai di Desa Sembungan, Kami sudah di sambut oleh penjaga pos ๐Ÿค—, namanya Mas Romadhon, halooo Mas Romadhon. Kemudian Mas Romadhon menawarkan untuk mencarikan Homestay, atau kami mau cari sendiri. Oke karena hari sudah mulai larut, aku putuskan untuk ikut dengan Mas Romadhon saja. Oh iya, Orang sana baik-baik dan ramah lho… Harga homestay juga tergolong murah.  Btw di sana sinyal yang bagus cuma provider dari Telkomsel ๐Ÿคฆ.



bisa buat rame-rame, hihi


Oke sampai di Homestay di sambut dengan pemilik homestay, beberapa cup manisan carica dan minuman hangat. Untuk urusan makan, kita bisa nego dengan pemilik homestay, atau mau keluar cari sendiri. Kalau aku kemarin minta tolong sekalian sama mas Romadhon untuk urusan makan, terima beres tinggal istirahat menyiapkan fisik untuk naik bukit.




Sekitar pukul 03.00 dini hari aku udah bangun, menyiapkan bekal untuk anak-anak, dan membangunkan para pasukan. Jam 03.30 kami sudah siap menuju ke bukit Si Kunir. Udaranya lumayan dingin, sekitar 10 derajat celcius, jadi siapkan jaket dan perlengkapan lainnya ya. Untuk mendaki jangan lupa membawa senter ya, agar perjalanan mendaki lancaarrr, karena kita berjalan di pinggiran jurang, maka keselamatan harus di utamakan. Istirahat jika dirasa tubuh sudah lelah mendaki, minum secukupnya.

Buat yang mendaki bersama anak, pastikan kondisi anak dalam keadaan baik ya, medan pendakiannya ngga susah sih sebenernya, tapi yaa lumayan capek juga sih, hehe. Banyak juga yang bawa anak ke atas, kalau capek di sana ada porter yang siap bantuin buat gendong anak kita,hihihi.

Oh iya, kalau weekend, menurutku Si Kunir ini berubah jadi lautan manusia deh, naiknya harus berdesakan, harus nunggu, ahhh kalau bisa pas weekday aja deh datangnya. Menurut penuturan warga sekitar, kalau weekend apalagi long weekend, akses buat naik bukit lumayan susah karena berdesakan. Kebetulan waktu itu akau datangnya pas weekday jadi cenderung sepi.

Setelah sekitar 40 menit berlalu, kami sudah sampai di atas, ada mushola di zona 1, jadi sholat subuh dulu, kemudian lanjut lagi. Sampai di atas sekitar pukul 05.00, matahari baru mengeluarkan sinar berwarna jingga.wowww… benar-benar amazing!

Menunggu beberapa saat sambil menikmati sejuknya udara gunung, menikmati keheningan, menikmati sentuhan angin yang begitu lembut. Saat mentari mulai bersinar, dan kehangatannya mulai menyentuh pori-pori kulit… wow, sungguh luar biasa ciptaan Tuhan.








Yah.. walau hari ini kurang beruntung karena cuaca yang sedikit berkabut, sehingga si golden sunrise tampak malu-malu di balik awan. Oke! Ada alas an kembali saat cuaca bagus suatu hari nanti, hehe.

Sudah puas menikmati sunrise, sekitar pukul 07.00 kita mulai beranjak dari atas bukit untuk turun ke bawah. Ooohhhh sungguh amazing pemandangannya, hamparan pepohonan yang siap memberi kesejukan setiap makhluk yang lewat di bawahnya. Saat di bawah, kalian akan di sambut camilan hangat yang yummyyy sekali, pertama kali lihat aku kira itu cilok, xixixi ternyata itu kentang yang diolah menggunakan saus gula merah dengan sedikit sensasi pedas… yummmmmyyyy… cukup terjangkau atau bahkan muraaah, sau cup cukup bayar 5000 rupiah saja…








Ahhh… menikmati udara sejuk sambil ngemil kentang dulu, mengembalikan energi yang habis sebagian. Buat yang mau wisata ke Dieng, bila kondisi memungkinkan, wajib datang ke si Kunir nih… nikmati golden sunrise yang konon katanya merupakan yang terindah di dunia.

okay... perjalanan Dieng belum berakhir, nantikan cerita perjalanan lainnya ya teman-teman... ๐Ÿ˜˜ 

Rabu, 10 Februari 2016

Trip To Bali Chapter 2

Halo Everyone....

Aku kembali lagi masih seputar perjalanan singkat di Pulau Dewata Bali. Masih dihari pertama menginjakkan kaki di Bali. Setelah dirasa cukup untuk beristirahat, sore harinya, sekitar pukul 17.00 WITA mobil diantar ke hotel oleh Komang Rudi, kami bersiap-siap untuk perjalanan menuju Lovina. Rencana awal kita berangkat pukul 02.00 dini hari, tapiiii... karena kami belum tahu jalan, akhirnya memutuskan untuk berangkat sore harinya, agar paginya bisa passss tepat waktu saat melihat Dolphin di laut lepas. Perjalanan dari Kuta ke Lovina normalnya ditempuh dengan waktu 3-4 jam, karena malam, belum tahu jalan, GPS mati hahaha... sampailah kami di Lovina setelah menempuh perjalanan 7 Jam wkwkkwk....

Sampai sana, buruan cari hotel deh ya, karena udah larut malam banget, harus istirahat biar bisa bangun subuh lebih awal. FYI lihat Dolphin a.k.a Lumba-lumba harus stand bye jam 05.00 WITA di pantai untuk cari perahu, harga perahu mulai dari 250K/perahu, yahh pinter-pinternya kalian nawar aja :D Disana terdapat banyak pilihan hotel, mulai dari yang kelas Melati hingga Bintang lima, budget terbatas? Aku sarankan kelas melati aja, xixixi kalau Cuma untuk numpang tidur beberapa  jam aja, hotel kelas melati adalah pilihan yang tepat. Eiittsss.... Jangan dikira hotelnya apa adanya ya... pilih kelas melati yang bagus, jika beruntung kalian bisa dapat kamar yang viewnya langsung kearah laut. Romantis bukaaannnnn?

Pantai Lovina pagi hari



Subuh menjelang, alarm hp sudah menunjukkan pukul 4.30 WITA. Segera bergegas bangun, dan bersiap untuk cari perahu di pinggiran pantai. Setelah dapat perahunya, kami mulai menengah ke lautan lepas. Butuh waktu hampir 30 menit untuk bisa melihat para dolphin muncul di permukaan air, melompat dengan indahnya. Pindah dari satu titik ke titik yang lain. Tapi tenang... Percayalah, perjuangan itu tidak akan sia-sia, lelah yang menggunung, pikiran penat yang menumpuk, akan perlahan menghilang saat kita berada di tengah lautan, menikmati dan mensyukuri betapa anugerah Tuhan lebih besar dari apa yang kita keluhkan. Oke... 30 menit berlalu, mulai terlihat sekawanan dolphin melompat di udara, kami dan para wisatawan yang lainnya, harus berpindah-pindah tempat 
untuk mendapatkan pose terindah para dolphin-dolphin itu. Lihat.... Betapa indahnya ciptaan Tuhan..








Matahari mulai menunjukkan teriknya, pemilik perahu yang kami sewa mengajak kami ke tempat dimana kami bisa melihat terumbu karang tumbuh dengan eloknya. Sampai di spot tersebut... wowwww.... it’s amazing!! Anak-anak sangat bahagia bisa melihat ikan-ikan dengan aneka warna menghampiri mereka, melihat terumbu karang dijernihnya air laut, benar-benar memanjakan mata dan pikiran.


Pantai Lovina



Hari mulai siang, saatnya kami harus kembali ke Kuta, karena ada beberapa tempat lagi yang akan kami kunjungi... tunggu ceritanya di chapter selanjutnya ya....



Bersambung.....